Can-Macannan Kaddhuk, Barongsai Versi Madura

Can-macanan Jaddhu' | Umar Fadil BLog
Can-macanan Jaddhu' | Umar Fadil BLog
Apakah kamu pernah pergi ke China? atau kamu tinggal di tempat yang mayoritas ora china/keturunan China? Pada saat perayaan Imlek biasanya sering diramaikan dengan pertunjukan "Barongsai". Sebuah tarian singa yang biasanya didominasi warna merah dan kuning menari-nari mengikuti alunan lagu yang dimainkan.

Pelengkap tarian Barongsai adalah suara kembang api. Suara pukulan simbal, gong, dan gendang biasanya menyertai adegan semarak ini. Setiap gerakan singa, punya irama musik khusus. Musik mengikuti gerakan singa, suara drum mengikuti singa, sementara simbal dang gong mengikuti pemain gendang.

Lain di china, lain pula di Madura. Orang Madura juga memiliki barongsai namun dengan versi mereka sendiri. "Can Macanan Kaddhuk" begitulah biasanya orang-orang menyebutnya. Dalam makna harfiyah "Harimau Mainan dari karung".

Terbuat dari karung yang dijahit menyerupai badan harimau, dan bulunya menggunakan tali rafia yang dipotong kecil-kecil sekitar 15 cm dan dirobek-robek sehingga mirip seperti bulu. Untuk Kepalanya sendiri terbuat dari kayu dengan ornamen khas harimau.

Dalam penampilannya Can-Macanan Kaddhuk dimainkan oleh dua orang, satu jadi kepala dan kaki depan, sedangkan yang satunya lagi membungkuk menjadi punggung sekaligus kaki belakang.

Di sebagian tempat di Madura, can-macanan kaddhuk ini biasanya dimainkan ketika ada acara seperti Aretan Sapeh (Arisan Sapi). Namun sekarang ini can-macanan sudah banya dimainkan di berbagai acara di Madura, seperti kegiatan Pawai atau karnaval, haflatul imtihan dan banyak lagi yang lainnnya.

Entah siapa yang pertama kali menemukan can-macannan kaddhuk ini, dan entah berasal dari daerah mana can-macannan kaddhuk ini. Namun sudah selayaknya kita melestarikan budaya yang sudah mulai memudar ini.

Disqus Comments